APAKAH HATI KITA SERUPA MESIN?
Hari itu mata kuliah Sitsem perawatan dan Perbaikan Mesin, ada kalimat dari dosen saya yang masuk dalam kepalaku dan kalimat itu berhasil membuat otakku sedikit lebih bekerja produktif.
Begini bunyi suara dalam bentuk kata dari dosenku “Kita tidak akan pernah bisa merawat sebuah mesin jika kita tak pernah punya rasa memiliki” berarti mesin itu mesti dirawat sedemikan lembutnya, dan dosenku berkata juga “jika mesin tidak dirawat maka imbasnya terhadap kita sebagai si pengguna” entah apa imbasnya yang jelas jika disimpulkan yaitu Celaka.
Dua buah kalimat itu berhasil menyetubuhi waktu istirahat. Jadi mungkin si mesin butuh di manja atau diperhatikan, tidak bisa di pungkiri jika mesin tidak kita rawat makan celakalah kita sebagai pengguna, itu mesin lho benda mati dan bisa hidup atau beroperesi jika kita yang menghidupkannya.
Yang jadi pertanyaan dalam benakku adalah, Jika mesin si benda mati saja butuh perawatan, bagai mana dengan hati kita yang hidup setiap detiknya?
Mesin itu ibarat hati seseorang dan kita adalah si pengguna hati itu sendiri, demikian juga hati seseorang yang tak dirawat oleh kita yang sehari-hari menggunakan hati seseorang tersebut, apa yang terjadi pada kita nanti? Yang terjadi pada kita yang tak pernah punya rasa memiliki sehinggi tak merawat hati itu sendiri maka.
Terlukalah hati jika tak dirawat, maka celaka juga si pengguna jika si hati tak pernah dirawat.
Celaka seperti apa?
Celaka!!! Kita akan akan dilukai oleh hati yang tak pernah kita rawat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar