Ketempat
mana aku berjalan diantara desah nafas yang sesak
Berjubah
keringat tubuh ini melangkah tanpa arah
Berjejal
jemu mencari peradilan direrimbun pohon
Terduduk
lesu
O,
betapa gelisah dan sepi menerjang hati
Tak
bergaiarah dan tak bernafsu untuk hidup
Menyemai
harapun sudah tak sanggup
Ketika
barisan sepi tiba menggerogoti
Bau
tanah setelah hujan tercium lamanya
Hujan
menguyupkan badan sampai menggigil
Nona,
tolong jangan buat aku terombang-ambing karna patah cinta, aku sudah lelah
hingga mata enggan terbuka.
Butuh
udaramu yang berterbangan dimana-mana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar