Jumat, 29 Mei 2015

TERPENJARA

Ketempat mana aku berjalan diantara desah nafas yang sesak
Berjubah keringat tubuh ini melangkah tanpa arah
Berjejal jemu mencari peradilan direrimbun pohon
Terduduk lesu

O, betapa gelisah dan sepi menerjang hati
Tak bergaiarah dan tak  bernafsu untuk hidup
Menyemai harapun sudah tak sanggup
Ketika barisan sepi tiba menggerogoti

Bau tanah setelah hujan tercium lamanya
Hujan menguyupkan badan sampai menggigil
Nona, tolong jangan buat aku terombang-ambing karna patah cinta, aku sudah lelah hingga mata enggan terbuka.
Butuh udaramu yang berterbangan dimana-mana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar