'Simpang Jalan'
Duhai hati yang menyelinap dalam diam,
sudahkah kau cukupkan dahaga dalam dada ini
ketika aku membaca dirimu lewat angan
aku tau kau satu-satunya yang aku tuju.
Ku mohon! jangan keterlaluan seperti itu,
aku hanya tak ingin candamu usai dalam tangis tak berkesudahan
saat kau hendak pergi waktu itu, ku tahan jemarimu
lalu kau berkata "Maaf jalan kita berbeda"
Kau tau?
aku dungu-dungu seperti ini juga punya jiwa yang besar,
iya, jiwa yang akan membalut hati debumu itu nuraniku.
jadi ku mohon jangan beranjak dari sini, tempat kita sama hanya saja kita berada dijalan yang berbeda,
tapi percayalah kita akan bertemu dipersimpangan yang sama.
Untukmu yang sedang terlelap dalam mimpimu.
Jumat, 30 Januari 2015
Rabu, 07 Januari 2015
Ahh aku rindu menikmati rinai hujan lalu kau buatkan aku secangkir kopi rasa madu.
Pagi itu saat gerimis kecil berubah menjadi hujan yang sebegitu deras, saat itu pula kita tak melangkahkan kaki untuk keluar Homestay tempat kita menginap dipantai itu.
Masih pagi sudah hujan, mari ku buatkan saja secangkir kopi rasa madu, katamu.
Ahh betapa senangnya hatiku pagi itu walaupun kita belum bisa menikmati sunrise pertama ditahun 2015 tapi secangkir kopi rasa madu buatanmu adalah kopi pertama yang ku terima dari seorang gadis sepertimu diawal tahun 2015
Ahh tak apa hujan disetiap pagi asalkan aku bisa menyeruput kopi madu buatanmu.
Ahhh kali ini aku kehilangan beberapa kata, tak mampu aku menuliskan lebih jauh perihal dirimu, aku benar-benar buntu.
Sudah kau buat kado untukku?
Aku sudah bilang aku hanya ingin dihadiahi puisi buatan hatimu, hanya itu saja.
Langganan:
Postingan (Atom)