#C I D A H A
Serupa
waktu; aku masih saja ingin berkelana
Berkelana
dalam labirin rasa yang angkuh
Sebab aku
ingin menuju lalu memuara di hatimu, jarak menujumu begitu berbatu, tak ada
yang menghapus keringat yang mengucur di keningku
Aku menyeka
dahi sejenak berpikir perihal kamu, adakah aku di tempatkan dalam dadamu? Ah..
aku tak perduli ada atau tidaknya aku, yang terpenting aku mesti melangkah
maju, melawan gelombang, mendayung sampan sampai ke tepi.
Hey kamu?
Coba tengok aku kebelakang, maka kau akan melihat aku bercucuran keringat dan
darah terus mengalir dari telapak kakiku,
Pasti kau
tau sebabnya telapak kakiku berdarah-darah. Iya kau benar! Jalan menujumu
sungguh berbatu dan itu membuat telapak kakiku di sayat-sayat oleh tajamnya
batu.
aku melipat
perih dengan senyum tanpa kau tau bahwa
aku sedang berpura-pura baik-baik saja, aku ingin jika aku sampai ke padamu aku
masih bisa tersenyum meski luka terus ada dalam dada.
Aku butuh
waktu untuk menyelesaikan semuanya, maka
bantu aku, rangkul aku agar tatihanku tak begitu berat. Sungguh aku ingin
mentetap di hatimu, menjadi rumah bagimu menjadi tempat meneduhmu saat hujan
membasahi tubuhmu.
“Ku ingin ku
tau diriku di sini menanti dirimu, meski ku tunggu hingga ujung waktuku dan
berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya, dan izinkan aku memeluk dirimu
sekali ini saja”
By- Ungu-
Cinta Dalam Hati