#Untukmu Yang Pernah Aku Singgahi Hatinya
Hey,
apa kabar sudah lama kita tak bersua,
bagaimana ke adaanmu
sekarang baikkah, ya, aku selalu berharap kau baik-baik saja di lingkupi rasa
bahagia setiap saatnya, oh iya aku ingin bercerita sedikit kepadamu.
Kamu tau
bagai mana rasanya hilang dari hatimu itu membuat luas hatiku untuk membuka
jendala hidup lebih jauh, semakin jauh darimu semakin aku jauh pula dari apa
yang namanya BERANTAKAN karna putus cinta, tentu saat kau bilang kita “SELESAI”
hatiku remuk seketika, dunia ini seakan akan mau runtuh dan bulan mau jatuh ke
dadaku, iya aku merasakannya waktu itu ketika kau berlalu pergi meninggalkan
kalimat “SELAMAT TINGGAL”
Dua tahun
aku membawa luka yang kau tinggalkan dalam hatiku yang kusut waktu itu, ku bawa
berlari ia sejauh jauhnya tapi masih tetap saja lukanya enggan mengering, ku
bawa ia terbang masih belum juga hilang lukanya.
Tau kah
kau bahwa semua usahaku tak membuahkan hasil yang cukup baik, hingga pada
akhirnya Tuhan mempunyai rencana lain untuk membuat lukaku mengering akibat
kebohonganmu.
Iya,
Tentu Tuhan maha baik, iya mengirmkan sesorang yang amat baik buatku dan untukku
sampai sekarang, iya menemamiku membasuh luka dengan keringatnya sendiri, dia
memanjakanku dengan penuih rasa tulus, dia merawatku sepenuh hatinya bahkan
ketika aku kembali menginngat akan dirimu, dia yang lebih dulu menyuruhku untuk
tidak terlena dalam luka dalam.
Kau perlu
tau; Bersamanya kini membuatku lebih mengerti akan tentang pengirbanan tentang
kesabaran, ia menuntunku dengan ikhlas tanpa harus ku balas dengan Hati
kepadanya.
Pernah
ku tanya ia perihal membalas budi.
“Bagai
mana aku harus membalas kebaikanmu, apa kau mengingankan hatiku dan cintaku.”
Tanyaku, lalu ia menjawab, “Tidak aku tidak menginginkanmu biarkan hatimu
sendiri yang menyadari dan akupun siap untuk menjadi tempat hatimu pulang.” Jwabannya
cuku bijak, bergetar hatiku di buat olehnya,
Memang
pertemuanku dengannya adalah takdirNya, awalnya aku memang enggan memberi hatiku
kepada sembarang orang tetapi waktu menunjukan semuanya kepadaku bahwa aku
memang harus pulang kehatinya, lambat laun aku mulai jatuh hati dan lalu jatuh
cinta kepadanya, dan pada akhirnya kamipun memutuskan untuk berjalan bersama.
Ia
selalu memberiku ruang untuk tertawa dan menikmati hidup setiap detiknya, ia
menyadarkanku bahwa hidup adalah tentang rasa ikhlas dan sabar yang tak
terbatas, dia membuatku selalu menikmati dunia yang luas dan indah ini.
Teruntukmu
yang pernah ku singgahi hatinya, terima kasih untuk luka luka yang kau titipkan
padaku, jika bukan karna lukamu aku tak akan bertemu dengannya dan tak akan
sebahagia ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar