'Simpang Jalan'
Duhai hati yang menyelinap dalam diam,
sudahkah kau cukupkan dahaga dalam dada ini
ketika aku membaca dirimu lewat angan
aku tau kau satu-satunya yang aku tuju.
Ku mohon! jangan keterlaluan seperti itu,
aku hanya tak ingin candamu usai dalam tangis tak berkesudahan
saat kau hendak pergi waktu itu, ku tahan jemarimu
lalu kau berkata "Maaf jalan kita berbeda"
Kau tau?
aku dungu-dungu seperti ini juga punya jiwa yang besar,
iya, jiwa yang akan membalut hati debumu itu nuraniku.
jadi ku mohon jangan beranjak dari sini, tempat kita sama hanya saja kita berada dijalan yang berbeda,
tapi percayalah kita akan bertemu dipersimpangan yang sama.
Untukmu yang sedang terlelap dalam mimpimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar