Rabu, 15 Oktober 2014

Zahra jangan menangis air matamu belati bagi jantungku
Biarlah angin membawa riuh damai dalam jiwamu
Dentuman nafasmu masih terdengar merdu
Aroma tubuhmu masih tercium harum

Zahra seseungguhnya akupun merasai asap yang mengepul pada dadaku
aku ingin pergi dan mungkin takan kembali...
sudahlah Zahra terima saja lelaki hebat pilihan orang tuamu
aku tak begitu hebat untuk memasuki kehidupan bersamamu

Sepenggal cerita kita berakhir dibulan oktober, bersama  rinai hujan,bersama sembab yang memukul mukul mataku..
Zahra aku cinta kamu, sungguh aku pun ingin meretas rasa itu bersamamu,
tapi apa dayaku ketika mereka menentang semua kejujuran hatiku,
Zahra kau akan lebih bahagia hidup bersama pilihan orang tuamu,

Zahra turuti saja kemauan orang tuamu, aku cinta kamu tapi kamu jangan membantah kedua orang tuamu, aku tak ingin kamu menjadi anak yang durhaka Zahra,

Biar bersama pilu aku kubur dengan waktu, biar waktu yang, menjadi obat kepiluanku


Tidak ada komentar:

Posting Komentar